Senin, 11 Mei 2020

MELAFAZHKAN KATA INDONESIA YANG BERASAL DARI KATA ARAB


Pertanyaan:
Ustâdz, saya ada pertanyaan, haruskah tulisan-tulisan atau lafadz-lafadz agama mengikuti ejaan dan transliterasi Indonesia? Seperti contohnya: sholat ditulis shalat atau salat, istiqomah ditulis istikamah, Romadhon ditulis Ramadan, Alloh ditulis Allah, muqoddimah ditulis mukadimah dan lain sebagainya. Apakah sebaiknya tulisan transliterasinya tetap pada bunyi asli dari bahasa Arab tersebut? Dan apakah ketika kita mengikuti pola penulisan transliterasi Indonesia, sama halnya kita mengikuti kebanyakan orang yang Allâh cela dalam Al-Qur'ãn? Mohon penjelasannya Ustâdz!.

Jawaban:
Orang yang menuliskan suatu kata yang kata itu asalnya dari bahasa Arab maka tidak harus baginya menuliskan dengan mengikuti ejaan Indonesia, demikian pula tidak harus menuliskan dengan ejaan Arab, selama bentuk penulisannya menggunakan tulisan latin maka ada keluasan, boleh menulis sesuai ejaan Arab atau sesuai ejaan Indonesia, contoh pada penulisan Insyâ Allâh, ada yang menuliskannya Insha Allah, kedua penulisan ini tidak masalah, yang penting ketika melafazhkannya harus benar sesuai lafazh Arab. 
Berbeda kalau penulisannya dengan tulisan Arab maka harus mengikuti ejaan Arab, seperti kata صَلَاةٌ harus menulisnya seperti itu, tidak boleh menulisnya dengan صَلَاحٌ karena sudah beda pelafazhan dan beda pula pada maknanya. 
Kalau menulis sesuai ejaan Indonesia maka hendaklah di saat melafazhkannya dengan mengikuti lafazh Arab sehingga tidak salah makna, seperti ejaan kata nikmat hendaklah melafazhkannya dengan ni'mat supaya maknanya tidak menyimpang, karena nikmat dan ni'mat beda makna. Demikian pula pada penulisan Allâh, hendaklah dalam pelafazhkannya mengikuti lafazh Arab sehingga terbedakan dengan pelafazhan orang-orang Nashârâ, karena mereka melafazhkannya Allâh dengan lafazh Allah, dan kita umat Islâm ketika melafazhkan nama Allâh harus sesuai dengan yang Allâh tetapkan:

وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَاۤءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِهَا

"Allâh memiliki nama-nama yang indah maka serulah Allâh dengan nama-nama itu." [Surat Al-A'râf: 180]. 

Atas perbedaan-perbedaan tersebut yang pernah membuat kami terpanggil untuk menyusun kamus dari Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia, kami sebutkan padanya kata-kata Indonesia yang berasal dari Arab, Alhamdulillâh jadi suatu buku yang dinamai dengan "Kamus Al-Khidhir Kumpulan Kosa Kata Dari Arab Ke Tanah Air". Walaupun masih banyak kata-kata yang belum kami ikutan sebagai penyempurna padanya namun Insyâ Allâh sudah mencukupi untuk menerangkan asal kata Indonesia dari kata Arab.

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra'âh sebelum kajian Al-'Uluw fî Ma'rifatin Nahwi pada hari Senin tanggal 18 Ramadhân 1441 / 11 Mei 2020 di Maktabah Al-Khidhir Bekasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar