Minggu, 03 Mei 2020

BENCANA ANTARA HUSNUL KHÂTIMAH DAN SÛ'UL KHÂTIMAH


Pertanyaan:
Apakah tsunami dan gempa bisa dikatakan sebagai petaka atau ujian? Bagaimana dengan para korbannya?

Jawaban:
Gempa, Tsunami, banjir dan lain sebagainya dari berbagai bencana itu sebagai petaka pada suatu kaum dan sebagai musibah pada kaum yang lain, Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam telah menyebutkan tentang orang-orang yang terkena bencana:

ثُمَّ يُبْعَثُونَ عَلَى نِيَّاتِهِمْ

"Kemudian mereka dibangkitkan sesuai dengan niat-niat mereka."

Masing-masing mereka yang terkena bencana tersebut dihukumi sesuai dengan akhir amalan mereka masing-masing:

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا

"Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung pada akhir-akhirnya."

Jika akhir amalan mereka baik maka mereka dalam keadaan husnul khâtimah dan jika akhir amalan mereka jelek maka mereka dalam keadaan sûul khâtimah, pelajaran pada amalan yang terakhir bukan pada amalan yang sebelumnya, berkata Syaikhunâ Abû Hâtim Sa'îd bin Da'âs Al-Yâfi'î Rahmatullâh 'Alainâ wa 'Alaih:

الْعِبْرَةُ بِكَمَالِ النِّهَايَةِ لَا بِالْبِدَايَةِ، فَكَمْ مِنْ إِنْسَانٍ كَانَتْ بِدَايَتُهُ فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ عَلَى خَيْرٍ وَعَلَى عِلْمٍ وَعَلَى دَعْوَةٍ إِلَى السُّنَّةِ وَلٰكِنْ يَخْتِمُ بِسُوءٍ

"Pelajaran itu dengan kesempurnaan pada akhir hidup bukan pada permulaannya, betapa banyak orang yang keberadaan pada permulaannya sesuai dengan yang nampak pada orang lain dia di atas kebaikan, di atas ilmu dan di atas dakwah kepada Sunnah, akan tetapi akhir hidupnya pada kejelekan."

Dijawab oleh:
Al-Ustadz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra'âh pada hari Ahad 20 Muharram 1440 di Maktabah Al-Khidhir Bekasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar