Minggu, 03 Mei 2020

HIDUP SEHAT DENGAN BUAH-BUAHAN DAN SAYUR-SAYURAN


Mungkin saja orang akan berkata: “Buah sayur sayur terus sih nasehat-nya? Tidak ada yang lain apa? ”

Begitulah buah yang sering diremehkan, sering disepelekan, padahal manfaatnya luar biasa. 
Harganya merakyat, dimana-mana ada, mudah didapat, tumbuh langsung langsung dari tanah, sesuai dengan kodratnya manusia.

Sayur dan buah adalah permulaan! Karena semua ikhtiar untuk sehat dan sembuh dari penyakit akan sia-sia jika tanpa didampingi dengan sayur dan buah, tentunya setelah meminta kesehatan dan kesembuhan kepada Allâh Ta'âlâ, memohon ampun, dan bersedekah. 

Maka seharusnya kita selalu memperhatikan apa yang kita konsumsi sehari-hari, pastikan halâlan thayyibah (halâl dan baik), halâl dan bermanfaat untuk tubuh. Bukan hanya halâl, tapi tidak baik untuk tubuh (halâlan ghaira thayyibin), bukan hanya sekedar kenyang dan enak di mulut tapi "nol" nutrisi, sehingga dalam jangka pendek maupun jangka panjangnya akan memunculkan berbagai masalah kesehatan.

Yâ, karena sumber masalah kesehatan berawal dari segala sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh kita, oleh karena itu Allâh Ta'âlâ ingatkan:

فَلۡیَنظُرِ ٱلۡإِنسَـٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦۤ

"Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya." [Surat 'Abasa: 24]. 

Coba kita koreksi menu makan harian kita, jika hampir tidak ada asupan buah dan sayur segar, segera perbaiki. Minimal ada sayuran segar dan mentah dalam piring makan kita. 
Mulai kurangi dan hapus makanan minuman yang tidak bermanfaat dari konsumsi harian kita.

Jika tubuh sudah sakit, sudah rusak, dan ingin sembuh, memperbanyak makan sayur mentah dan buah adalah kuncinya. Setidaknya, dengan porsi 80% dari makanan yang dimasak. Sehingga, sel-sel tubuh mampu menyembuhkan sendiri sel-selnya yang sakit.
Dan perlu diingat, bahwa sakit datang karena kelalaian kita yang tidak menjaga fisik, emosi, dan pikiran kita dengan baik. 
Wallâhu A'lam.

Ditulis oleh:
Ummu Ahmad Imra'ah Al-Khidhir Hafizhahallâh wa Ra'âhâ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar