Kamis, 31 Maret 2022

MENJODOHKAN ANAK PEREMPUAN MELALUI IZINNYA




Pertanyaan:
Bagaimana cara menanggapi orang tua yang mau menjodohkan anak perempuannya dengan pilihan orang tuanya sendiri sedangkan anak tersebut tidak mau karena sudah mempunyai pilihan sendiri? Ketika anak tersebut menolak maka mengkhawatirkan dikira menentang orang tuanya?

Jawaban:
Yang terbaik bagi anak tersebut menyampaikan kepada orang tuanya kalau ia memiliki pilihan lain supaya orang tuanya mempertimbangkan, ia perkenalkan latar belakang pilihannya dengan lebih mendeteil, bila perlu mempertemukan langsung antara pilihannya dan orang tuanya. Orang tua yang mengerti akan memahami bahwa caranya itu merupakan sinyal dari pengajuan izinnya yang hendaklah menjadi bahan pertimbangan, berkata Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam:

وَلاَ تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ

“Tidaklah dinikahkan seorang gadis sampai dimintai izin.” 
Bertanya para shahabat:

يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ إِذْنُهَا

"Wahai Rasûlullâh, lalu bagaimana izinnya?."
Beliau menjawab:

أَنْ تَسْكُتَ

"Tatkala ia diam." Riwayat Al-Bukhârî. 

Di saat ia mencoba menyampaikan kepada orang tuanya tentang pilihannya maka itu sebagai tanda kalau ia belum memberi izin terhadap dirinya, maka hendaklah orang tuanya mempertimbangkan dengan baik supaya nantinya memberi solusi yang tepat. 

Kalau pilihannya sudah bertemu dengan orang tuanya dan sudah saling mengenal lebih dekat lalu orang tua masih lebih condong kepada pilihannya sendiri maka hendaklah menurutinya dengan mengharap mencari keridhaan Allâh kemudian keridhaan orang tuanya, mudah-mudahan Allâh melimpahkan berbagai kebaikan dan keberkahan:

وَعَسٰىٓ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسٰىٓ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Boleh jadi kalian tidak menyenangi sesuatu, padahal itu lebih baik bagi kalian, dan boleh jadi kalian menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagi kalian. Allâh mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui." [Surat Al-Baqarah: 216].

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada hari Kamis 28 Sya'bân 1443 / 31 Maret 2022 di Bulakpelem Sragi Pekalongan.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6292
⛵️ https://alkhidhir.com/adab/antara-pilihan-orang-tua-dan-pilihan-diri-sendiri/

BERBEKALLAH SUPAYA KAMU TIDAK MEMINTA




Tatkala ada dalîl menyebutkan bahwa safar adalah penggalan atau potongan dari azab maka ada pula dalîl lain memberi keringanan bagi musâfir yang kehabisan bekal untuk meminta kepada manusia sebatas kebutuhannya selama safar. Pernah dua orang hamba Allâh yaitu Rasûlullâh Mûsâ dan Nabiullâh Al-Khidhir 'Alaihimash Shalâtu was Salâm kehabisan bekal safar hingga keduanya meminta para penduduk negeri namun mereka enggan memberi, Allâh Subhânahu wa Ta'âlâ kisahkan di dalam Al-Qurãn:

فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰۤ إِذَاۤ أَتَیَاۤ أَهۡلَ قَرۡیَةٍ ٱسۡتَطۡعَمَاۤ أَهۡلَهَا فَأَبَوۡا۟ أَن یُضَیِّفُوهُمَا

"Keduanya berjalan hingga sampailah keduanya ke penduduk suatu negeri, lalu keduanya meminta jamuan makan kepada penduduk negeri itu namun mereka enggan untuk memberi jamuan makan kepada keduanya." [Surat Al-Kahfi: 77].

Walaupun ada keringanan bagi musâfir berupa kebolehan baginya meminta tatkala kehabisan bekal, tapi yang perlu dia pikirkan lagi tentang Mûsâ dan Al-Khidhir 'Aaihimash Shalâtu was Salâm yang mereka berdua adalah manusia terbaik di zaman itu namun ternyata tidak diberi padahal mereka berdua benar-benar membutuhkan, maka bagaimana denganmu? Tidakkah kamu merasa khawatir akan dipermalukan atau dikatakan yang bukan-bukan tatkala kamu mencoba meminta?!. 

Oleh karena itu, memang sangat penting bagimu untuk benar-benar mempersiapkan perbekalan sebelum safar:

وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَیۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰۖ

"Berbekallah kalian, dan sungguh sebaik-baik bekal adalah taqwâ." [Surat Al-Baqarah: 197].

[ Muhammad Al-Khidhir ].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6293
⛵️ https://alkhidhir.com/adab/berbekallah-supaya-kamu-tidak-meminta-bekal/

Rabu, 30 Maret 2022

HITUNG-HITUNGLAH KEJELEKANMU NISCAYA TIDAK AKAN SIA-SIA KEBAIKANMU


Jika memang mengharuskanmu untuk menghitung-hitung terhadap apa yang kamu telah perbuat maka hitung-hitunglah terhadap kejelekan-kejelekanmu dan jangan sekali-kali kamu menghitung-hitung terhadap kebaikan-kebaikanmu!. 

Berkata 'Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallâhu Anhu:

فَعُدُّوا سَيِّئَاتِكُمْ، فَأَنَا ضَامِنٌ أَنْ لَا يَضِيعَ مِنْ حَسَنَاتِكُمْ شَيْءٌ

"Hitung-hitunglah kejelekan-kejelekan kalian! Aku menjamin bahwa tidak akan sia-sia terhadap kebaikan-kebaikan kalian sedikitpun." Riwayat Ad-Dârimî.

[ Muhammad Al-Khidhir ].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6288

Selasa, 29 Maret 2022

JANGAN PERNAH MENGUNGKIT KEBAIKAN


اِفعَل الخيرَ دون إحصاء الْمِنَّة سمع ابنُ سيرين رحمه الله رجلاً يقول لرجل: فعلتُ إليك وفعلتُ! فقال له: اُسكُت فلا خيرَ في المعروف، إذا أُحصِي تفسير القرطبي: ٣/٣١٢

"Berbuatlah kebaikan dengan tanpa menghitung-hitung kebaikanmu. Pernah Ibnu Sîrîn Rahimahullâh mendengar seseorang mengatakan kepada orang lain: "Aku telah berbuat kepadamu dan aku telah melakukan untukmu." Maka beliau berkata kepadanya: "Diam kamu, tidak ada kebaikan pada perbuatan baik jika dihitung-hitung." (Tafsîr Al-Qurthubî: 3/312).

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6287

Senin, 28 Maret 2022

PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHÂN


"Persiapan paling baik yang akan dilakukan oleh setiap muslim dalam menyambut Ramadhân adalah berupaya untuk mengetahui atau mempelajari tentang berbagai macam perkara yang berkaitan dengan ibadah pada bulan Ramadhân, supaya nantinya dia melakukan amalan pada bulan Ramadhân bisa lebih bermakna."

Disadur dari tulisan Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir yang dimuat di buletin Saifus Sunnah Mushallâ Ghara IPTEKDOK FK UNAIR Surabaya, Vol. I/Ramadhân/1426 H.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6283


Minggu, 27 Maret 2022

KONSEKUENSI MENGINGKARI KEMUNGKARAN



Barangkali sekarang zamannya, tatkala Anda mengingkari kemungkaran di kalangan orang-orang berkecukupan dunia maka Anda akan dikatakan hasad. Tatkala Anda mengingkari kemungkaran di kalangan orang-orang berkekurangan dunia maka Anda akan dikatakan sombong. [ Muhammad Al-Khidhir ].

Jumat, 25 Maret 2022

JAGALAH DIRI DAN HARTAMU




Tatkala aturan dunia semakin menjadi-jadi yang membuat seseorang mengkhawatirkan diri dan hartanya maka hendaklah dia mencari jalan untuk menyelamatkan diri dan hartanya. Dahulu Nabiullâh Al-Khidhir 'Alaihish Shalâtu was Salâm menyelamatkan perahu orang miskîn dari kezhaliman pembuat aturan:

أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسٰكِينَ يَعْمَلُونَ فِى الْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَآءَهُمْ مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا

"Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja di laut, aku bermaksud merusaknya, karena di hadapan mereka ada raja yang akan merampas setiap perahu." (Surat Al-Kahfi: 79).

[ Muhammad Al-Khidhir ].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6278

KETEGUHAN SETELAH UJIAN


قال الإمام الشافعي رحمه الله حينما سئل: أيهما أفضل للرجـل: أن يُمكّن أو يبُتلى؟ فقال: لا يُمكّن حتى يبتلى

Berkata Al-Imâm Asy-Syâfi'î Rahimahullâh tatkala beliau ditanya: Mana dari keduanya yang paling utama bagi seseorang: Dia diberi keteguhan atau dia diberi ujian? Maka beliau menjawab: Dia tidak akan diberi keteguhan hingga dia diuji."

Dinukil dari nasehat Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir kepada santri-santri sebelum kajian 'Umdatul Ahkâm di Pondok Pesantren / Majaalis Al-Khidhir Cipancur Ligarmukti Klapanunggal Bogor.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6271

KETULUSAN PANGKAL KESUKSESAN




"Ketulusan pangkal kesuksesan." [Muhammad Al-Khidhir]. 

 ⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6275