Pertanyaan:
Ada penukilan dari kalam Syaikhul Islam yang berbunyi: "Kemudian, jika seseorang meninggalkan kewajiban atau melakukan keharaman, mereka (Khawarij) berpendapat bahwa ancaman (siksa) pasti berlaku padanya, sehingga mereka mewajibkan kekalnya orang fasik dari kalangan umat Islam di Neraka."
Yang mau saya tanyakan Ustadz soal meninggalkan kewajiban, bukankah Sayyidina Abu Bakr memerangi kaum yang meninggalkan kewajiban zakat?. Bukankah beliau menghukumi mereka sebagai orang-orang murtad lantaran meninggalkan satu kewajiban?. Mohon pengarahan Ustadz.
Jawaban:
Barangkali yang dimaksudkan dengan kewajiban dari penukilan perkataan tersebut adalah kewajiban yang apabila ditinggalkan hanya mengurangi keimanan dan tidak sampai membatalkan keimanan, atau yang dinamai dengan kufrun duna kufrin (kekufuran di bawah kekufuran yang mengeluarkan dari keimanan). Di antara dari bentuk kewajiban seperti itu adalah ketaatan seorang istri kepada suaminya dalam perkara kebaikan, ini hukumnya wajib sesuai kesanggupannya. Jika istri menyalahi kewajiban dengan melakukan pengkufuran terhadap kebaikan suaminya maka dia terjatuh ke dalam kufrun duna kufrin (kekufuran di bawah kekufuran yang mengeluarkan dari keimanan). Al-Bukhari di dalam "Shahih"nya telah menyebutkan di antara bentuknya adalah kekufuran istri terhadap suami, yakni seorang istri mengingkari kebaikan suaminya, Al-Bukhari katakan:
بابُ كفران العَشير وكُفر دونَ كفر
"Bab kekufuran terhadap suami dan kekufuran di bawah kekufuran yang mengeluarkan dari keimanan."
Kemudian Al-Bukhari bawakan hadits yang diceritakan kepadanya 'Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Zaid bin Aslam dari 'Atha bin Yasar dari 'Abdullah bin 'Abbas, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata:
أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ
"Diperlihatkan kepadaku Neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah para wanita yang mereka mereka melakukan kekufuran." Lalu ditanyakan kepada beliau:
أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ
"Apakah mereka kufur kepada Allah?." Beliau menjawab:
يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
"Mereka kufur kepada suami dan mereka kufur kepada kebaikan, kalau kamu berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka setahun kemudian dia melihat sesuatu (yang dia tidak sukai) maka dia akan mengatakan: "Aku tidak pernah melihat padamu suatu kebaikan pun."
Kekufuran seperti ini yang kaum khawarij mengkafirkan pelakunya, makanya tidak heran bila dari istri mereka yang tidak ikuti kemauan mereka untuk hijrah atau memba'iat amir mereka maka mereka mengkafirkannya, dengan dalih karena meninggalkan kewajiban. Padahal para Salaf dahulu tidak sampai mengkafirkan orang-orang Muslim yang meninggalkan kewajiban hijrah dan kewajiban bai'at kepada Khalifah, dahulu para Shahabat Nabi 'Alaihimush Shalatu was Salam tidak mengkafirkan orang-orang Muslim Makkah yang tidak hijrah ke Madinah, bahkan di saat mereka dipaksa untuk ikut ke dalam barisan orang-orang musyrik pada perang Badr hingga mereka terkena senjata-senjata Ahlul Badr, sampai Ahlul Badr mengatakan:
كانَ أصحابُنا هؤلاء مُسلمِينَ
"Ada saudara-saudara kami, mereka adalah orang-orang Muslim."
Para Shahabat Nabi 'Alaihimush Shalatu was Salam tidak sampai mengkafirkan mereka yang tidak hijrah dari Makkah ke Madinah. Demikian pula di saat Amirul Mu'minin 'Utsman bin 'Affan Radhiyallahu 'Anhu dibunuh oleh orang-orang munafik, lalu sebagian orang-orang Muslim mengangkat 'Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah dan mereka serentak membai'atnya, ternyata ada dari sebagian orang-orang Muslim yang tidak membai'at, bahkan sampai terlibat dalam peperangan melawan Amirul Mu'minin 'Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'Anhu, dan para Shahabat tidak mengkafirkan orang-orang Muslim yang tidak membai'at Amirul Mu'minin 'Ali Radhiyallahu 'Anhu, termasuk Amirul Mu'minin 'Ali Radhiyallahu 'Anhu sendiri tidak mengkafirkan mereka, saat beliau ditanya tentang mereka karena diperangi:
أمُشركون هُم
"Apakah mereka orang-orang musyrik?." Beliau menjawab:
مِن الشركِ فَروا
"Mereka lari menyelamatkan diri dari kesyirikan." Ditanyakan kepada beliau:
أمُنافقون هُم
"Apakah mereka orang-orang munafik?." Beliau menjawab:
إن المُنافقينَ لا يذكرونَ اللهَ إلا قليلا
"Sungguh orang-orang munafik tidaklah berdzikir kepada Allah kecuali sedikit." Ditanyakan lagi kepada beliau:
فَما هُم
"Lalu mereka siapa?." Beliau menjawab:
إخوانُنا بَغوا عَلينا
"Mereka saudara-saudara kita yang berlebihan dalam berbuat zhalim kepada kita."
[Abu Ahmad Al-Khidhir Ghafarallahu Lahu wa Radhiya 'Anhu]
⛵ https://whatsapp.com/channel/0029Vb15hbQD8SDy7cwy460C/1842
⛵ https://t.me/majaalisalkhidhir/13600




