Kamis, 30 Juli 2020

NIAT PUASA SUNNAH DI WAKTU DHUHÂ BAGI YANG BELUM MAKAN DAN MINUM


Pertanyaan:
Ustâdz, 'afwân .. saya mau bertanya, berkaitan dengan puasa 'arafah, teman saya kondisi sedang sakit, tadi pagi jam 9 bangun belum sadar total, tapi disuruh keluarganya untuk minum obat. lalu dia meminumnya, akan tetapi saat jam 10 dia sadar kalau lagi ada Puasa 'Arafah, kalau begitu tetap menjalankan puasa 'Arafah atau tidak perlu sama sekali yâ Ustâdz? Bârakallâhu fîkum. 

Jawaban:
Tidak boleh baginya untuk meniatkan puasa 'Arafah karena dua alasan:

Pertama: Dia dalam keadaan sakit yang bukan ringan, oleh karena itu hendaklah dia tidak puasa sehingga tidak memudharatkan dirinya, berkata Allâh Subhânahu wa Ta'âlâ:

وَلَا تُلۡقُوا۟ بِأَیۡدِیكُمۡ إِلَى ٱلتَّهۡلُكَةِ وَأَحۡسِنُوۤا۟ۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِینَ

"Janganlah kalian melemparkan diri kalian ke dalam kebiasaan, dan berbuat baiklah kalian sesungguhnya Allâh mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." [Surat Al-Baqarah: 195].

Kedua: Dia telah meminum, sementara orang yang masih dibolehkan untuk puasa sunnah adalah orang yang berada di waktu sebelum zhuhur dalam keadaan belum memakan dan belum meminum sama sekali dari sejak waktu fajar, disebutkan suatu bâb di dalam "Shahîh Muslim":

بَابُ جَوَازِ صَوْمِ النَّافِلَةِ بِنِيَّةٍ مِنَ النَّهَارِ قَبْلَ الزَّوَالِ

"Bâb kebolehan untuk puasa sunnah dengan suatu niat dari sebagian siang sebelum tergelincir matahari."

Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam tatkala kembali ke rumahnya dalam keadaan belum makan dan belum minum lalu di rumah tidak ada makanan maka beliau langsung niat untuk puasa sunnah, berkata 'Âisyah Radhiyallâhu 'Anhâ:

قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ: يَا عَائِشَةُ هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ. فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا عِنْدَنَا شَيْءٌ. قَالَ: فَإِنِّي صَائِمٌ

"Berkata kepadaku Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam pada suatu hari: "Wahai 'Âisyah, apakah kalian memiliki sesuatu dari makanan? Aku berkata: "Wahai Rasûlullâh kami tidak memiliki sesuatu apapun dari makanan." Beliaupun berkata: "Kalau begitu aku puasa." Riwayat Muslim.

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra'âh pada hari Kamis bertepatan dengan hari 'Arafah tanggal 9 Dzulhijjah 1440 / 30 Juli 2020 di Maktabah Al-Khidhir Bekasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar