Senin, 20 Juli 2020

KEUTAMAAN SHALAT DI MASJID YANG IMÂMNYA MENGERTI SUNNAH DAN SENANTIASA MENGAMALKANNYA


Pertanyaan:
Mana yang lebih utama:
1. Shalat shubuh di masjid yang dekat rumah dengan mendapatkan keutamaan shaf pertama tapi sering qunut.
2. Shalat shubuh di masjid yang agak jauh dengan rumah tapi tidak ada qunut shubuh namun seringnya tidak dapat shaf pertama.

Jawaban:
Yang lebih utama bagi seseorang adalah shalat di masjid yang imamnya mengerti Sunnah dan senantiasa mengamalkannya, Insyâ Allâh shalatnya di belakang imam yang mengerti Sunnah dan senantiasa mengamalkannya akan terasa lebih khusyû', karena tidak ada perkara yang diada-adakan yang membuat hati dan pikirannya terganggu, sehingga dia bisa mendapatkan keutamaan yang Allâh sebutkan pada awal surat Al-Mu'minûn:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ * الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

"Sungguh telah beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyû' di dalam shalat mereka." [Surat Al-Mu'minûn: 1-2].

Orang yang terbiasa mengamalkan Sunnah di dalam shalat akan terasa kurang khusyû' dan kurang lezat dalam shalatnya ketika dia shalat di belakang imam yang sering melakukan penyelisihan terhadap Sunnah di dalam shalat. Oleh karena itu, shalatnya dia di belakang imâm yang mengerti Sunnah dan senantiasa mengamalkannya itu lebih baik dan lebih utama baginya, meskipun dia tidak sering mendapatkan keutamaan shaf pertama akan tetapi dia akan mendapatkan keutamaan yang lain, sebagaimana para wanita shahabiyyah dahulu mereka mengetahui bahwa shalat di rumah lebih baik bagi mereka daripada shalat di masjid, namun karena mereka merasa senang shalat di belakang Rasûlullâh ﷺ maka beliau membiarkan mereka shalat berjamâ'ah di masjid, tentu para wanita shahabiyyah tidak mendapatkan keutamaan shalat di rumah, akan tetapi mereka mendapatkan keutamaan yang lain, yaitu mereka bisa menyaksikan dan mengamalkan langsung Sunnah yang diamalkan oleh Rasûlullâh ﷺ di dalam shalat, bahkan wanita shahabiyyah yang ikut shalat berjamâ'ah di belakang Rasûlullâh ﷺ sekaligus mendapatkan nasehat dan bimbingan setelah shalat, yang kemudian mereka riwayatkan. 
Walaupun orang yang memilih shalat shubuh di belakang imâm yang mengerti Sunnah dan senantiasa mengamalkannya itu masjidnya agak jauh sehingga membuatnya tidak sering mendapatkan keutamaan shaf pertama akan tetapi dia akan memperoleh keutamaan yang lain, yaitu setiap langkah kakinya menuju masjid akan mendapatkan pahala yang paling besar, Rasûlullâh  ﷺ berkata:

إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلاَةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى

"Sesungguhnya pahala yang paling besar bagi manusia dalam shalat adalah yang paling jauhnya mereka berjalan ke tempat shalat." Riwayat Al-Bukhârî dan Muslim, dari Abû Usâmah, dari Buraid, dari Abû Burdah, dari Abû Mûsâ Al-Asy'arî Radhiyallâhu 'Anhu.

Semoga Allâh Subhânahu wa Ta'âlâ memberikan taufîq kepada kita untuk senantiasa beramal sesuai Sunnah.

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra'âh pada 5 Dzuqa'dah 1439 di Kemang Pratama 3 Bekasi. 

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/1858


Tidak ada komentar:

Posting Komentar