Rabu, 01 Juli 2020

MENJAWAB SALÂM ORANG-ORANG KÂFIR


Pertanyaan:
Bagaimana menjawab salâm orang-orang kâfir?

Jawaban:
Menjawab salâm orang-orang kâfir hanya dengan ucapan Wa'alaikum, tidak lebih dari itu, sama saja mereka mengucapkan Assalâmu'alaikum saja atau mengucapkan lengkap Assalâmu'alaikum Warahmatullâhi Wabarakâtuh, tetap jawabannya hanya Wa'alaikum, karena Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam telah katakan:

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ

"Jika Ahlul Kitâb mengucapkan salam kepada kalian maka ucapkanlah: "Wa'alaikum." Riwayat Al-Bukhârî (no. 6258) dan Muslim (no. 5780). 
Seorang muslim hendaklah mencukupkan dengan jawaban Wa'alaikum atas salâmnya orang-orang kâfir, ini yang benarnya, karena beberapa alasan:

1) Tidak kita ketahui ada riwayat sharîh menyebutkan bahwa Nabî dan para Shahabat 'Alaihimush Shalâtu was Salâm menjawab salâm orang-orang kâfir dengan jawaban lebih baik atau lebih sempurna yang melebihi jawaban Wa'alaikum. Jawaban atas salâm orang-orang kâfir hanya dengan Wa'alaikum, sama saja mereka ucapkan salâm dengan sebenarnya atau mereka merubah makna salâm dengan mengucapkan Assâmu'alaikum (semoga kematian atas kalian) maka jawabannya tetap sama Wa'alaikum, berkata Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam:

إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمُ الْيَهُودُ فَإِنَّمَا يَقُولُ أَحَدُهُمُ السَّامُ عَلَيْكَ، فَقُلْ وَعَلَيْكَ

"Jika orang-orang Yahûdî mengucapkan salâm kepada kalian, sesungguhnya di antara mereka mengucapkan Assâmu'alaik maka jawablah Wa'alaik." Riwayat Al-Bukhârî (no. 6257) dan Muslim (no. 5782). 

2) Jawaban salâm yang semisal atau yang lebih baik itu khusus bagi orang-orang mu'min yang mengucapkan salâm, ini yang diamalkan oleh Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam tatkala datang Abû Dzar Al-Ghifârî Radhiyallâhu 'Anhu dalam keadaan beriman kepada beliau, berkata Abû Dzarr Radhiyallâhu 'Annâ wa Anhu:

فَكُنْتُ أَنَا أَوَّلُ مَنْ حَيَّاهُ بِتَحِيَّةِ الإِسْلاَمِ، فَقُلْتُ: السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَقَالَ: وَعَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

"Keberadaanku adalah orang pertama yang disambut dengan salâm di dalam Islâm, aku ucapkan: Assalâmu'alaika yâ Rasûlallâh. Beliau menjawab: "Wa'alaika Warahmatullâh." Riwayat Muslim (no. 6513). 

3) Menjawab salâm orang-orang kâfir dengan semisal atau dengan yang lebih baik itu termasuk dari bentuk mendoakan mereka, jika menjawab salâm mereka hanya dengan mengucapkan Wa'alaikumussalâm berarti mendoakan keselamatan untuk mereka, jika menjawab sempurna Wa'alaikumussalâm Warahmatullâhi Wabarakâtuh berarti mendoakan selamat, rahmat dan berkah untuk mereka, tentu ini tidak pantas untuk mereka. Doa rahmat saja tidak diucapkan oleh Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam untuk orang-orang kâfir, apalagi melebihkan dengan doa selamat dan berkah, berkata Abû Mûsâ Al-Asy'arî Radhiyallâhu 'Anhu:

كَانَ الْيَهُودُ يَتَعَاطَسُونَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْجُونَ أَنْ يَقُولَ لَهُمْ يَرْحَمُكُمُ اللّٰهُ، فَيَقُولُ: يَهْدِيكُمُ اللّٰهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

"Dahulu orang-orang Yahûdî bersin di samping Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam, mereka mengharapkan supaya beliau mendoakan: "Semoga Allâh merahmati kalian" Namun beliau hanya mengucapkan: "Semoga Allâh memberikan hidayah kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian." Riwayat At-Tirmidzî (no. 2739) dan Abû Dâwud (no. 5038).

Demikian pula orang-orang Yahûdî dan orang-orang kâfir lainnya mengucapkan salâm supaya dijawab, akan tetapi Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam telah mencukupkan dengan jawaban Wa'alaikum. Hendaklah kita beramal sesuai dengan dalîl yang sampai kepada kita, dengan tanpa menambah dan tanpa mengurangi, sungguh bagus apa yang dikatakan oleh Sa'îd bin Jubair Rahmatullâh 'Alainâ wa 'Alaih:

قَدْ أَحْسَنَ مَنِ انْتَهَى إِلَى مَا سَمِعَ

"Sungguh betapa baik orang yang beramal dengan dalîl yang telah dia dengar." Riwayat Muslim (no. 549).

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra'âh pada hari Kamis tanggal 11 Dzulqa'dah 1441 / 2 Juli 2020 di Maktabah Al-Khidhir Bekasi.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/4763
⛵️ http://alkhidhir.com/aqidah/menjawab-salam-orang-orang-kafir/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar