Selasa, 21 April 2020

KEGUNAAN كَمْ TERHADAP KATA SETELAHNYA


Pertanyaan:
Ustâdz, bisakah Ustâdz jelaskan perbedaan antara penggunaan ْكَم yang setelahnya manshûb dan ْكَم yang setelahnya majrûr?

Jawaban:
Supaya dapat membedakan keduanya maka hendaklah melihat kepada kedudukan كَمْ, jika keberadaannya sebagai khabariyyah maka kata setelahnya adalah majrûr dan ini tidak membutuhkan jawaban, jika keberadaannya sebagai istifhâmiyyah maka kata setelahnya adalah manshûb dan ini membutuhkan jawaban, contohnya:

كَمْ حَدِيثٍ حَفِظْتَ

"Betapa banyak hadîts yang telah kamu hafal."
Ini tidak membutuhkan jawaban karena كَمْ bukan untuk pertanyaan namun untuk menentukan kebanyakan.
Kata حَدِيثٍ adalah majûr karena keberadaannya sebagai mudhâf ilaih dan mudhâfnya adalah كَمْ, ini menurut suatu pendapat.
Menurut pendapat yang lain, bahwasanya kata حَدِيثٍ adalah majrûr karena adanya huruf jâr tersembunyi yang masuk padanya, yaitu:

كَمْ مِنْ حَدِيثٍ حَفِظْتَ

"Betapa banyak dari hadîts yang telah kamu hafal."
Ini seperti pada perkataan Allâh Subhânahu wa Ta'âlâ:

كَمْ مِّن فِئَةࣲ قَلِیلَةٍ غَلَبَتۡ فِئَةࣰ كَثِیرَةَۢ

"Betapa banyak dari kelompok yang kecil telah mengalahkan kelompok yang besar." [Surat Al-Baqarah: 249].
Keadaan kalimat yang ada padanya kata majrûr:

كَمْ حَدِيثٍ حَفِظْتَ

"Betapa banyak hadîts yang telah kamu hafal."
Ini hampir sama dengan kalimat yang ada padanya kata manshûb:

كَمْ حَدِيثًا حَفِظْتَ؟

"Berapa hadîts yang telah kamu hafal?."
Kedua kalimat tersebut dapat terbedakan dengan melihat kepada kata كَمْ dan حَدِيث.
Jika kata كَمْ adalah khabariyyah maka kata setelahnya majrûr, jika ْكَم adalah istifhâmiyyah maka kata setelahnya manshûb.
Dan apabila kata حَدِيث terdapat alif tambahan pada akhirnya maka pasti manshûb, secara imlâ' dapat dipahami bahwa setiap isim nakirah yang ditambahkan alif pada akhir kata maka kata tersebut adalah manshûb, contoh:

حَدِيث = حَدِيثًا

Penambahan alif pada akhir kata supaya membedakan antara kata yang yang marfû' dan yang majrûr, apabila tidak ditambahkan alif maka bisa saja dibaca marfû yaitu حَدِيثٌ atau dibaca majrûr yaitu حَدِيثٍ, dengan ditambahkan alif maka pasti dibaca manshûb yaitu حَدِيثًا.

Di antara perbedaan yang lainnya, jika huruf jâr masuk pada كَمْ maka kata setelah كَمْ adalah majûr, contoh:

 بِكَمْ دِينَارٍ اشْتَرَيتَ كِتَابَ الْحَدِيثِ؟

"Dengan harga berapa dînâr kamu membeli kitâb hadîts?."
Kata دِينَارٍ adalah majrûr karena keberadaannya sebagai mudhâf ilaih dan mudhâfnya adalah كَمْ, ini menurut suatu pendapat. Dan menurut pendapat yang lain, bahwasanya kata دِينَارٍ adalah majûr karena adanya huruf jâr tersembunyi yang masuk padanya, yaitu:

بِكَمْ مِنْ دِينَارٍ اشْتَرَيتَ كِتَابَ الْحَدِيثِ؟

"Dengan harga berapa dari dînâr kamu membeli kitâb hadîts?."

Dijawab oleh:
Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra'âh pada hari Rabu tanggal 28 Sya'bân 1441 / 22 April 2020 di Maktabah Al-Khidhir Bekasi.

http://alkhidhir.com

http://t.me/majaalisalkhidhir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar