Senin, 20 April 2020

BIOGRAFI SINGKAT RABÎ'AH BIN 'ABBÂD AD-DÎLÎ RADHIYALLÂHU 'ANHU


Beliau dari Banî Ad-Dîl bin Bakr bin Kinânah, beliau termasuk penduduk Madînah. 
Beliau sebelum masuk Islâm pergi ke pasar Dzul Majâz karena suatu keperluan atau untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, di sinilah beliau melihat Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam berdakwah, beliau berkata:

رَأَيتُ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لِلنَّاسِ: يَا أيُّهَا النَّاسُ قُولُوا لَا إلهَ إِلَّا اللّٰهُ تُفْلِحُوا، فَمِنْهُمْ مَنْ سَبَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ تَفِلَ فِي وَجْهِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ حَثَّا عَلَيهِ التُّرَابَ حَتَّى انْتَصَفَ النَّهَارُ ، فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ بِعُسٍ مِنْ مَاءٍ فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيهِ، فَقَلْتُ: مَنْ هٰذِهِ؟ قَالُوا: هٰذِهِ زَينَبُ ابْنَتُهُ

"Aku melihat Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi wa Ãlihi wa Sallam berkata kepada manusia: "Wahai manusia ucapkanlah oleh kalian Lâ Ilaha Ilallâhu (tidak ada sesembahan dengan benar kecuali Allâh) maka kalian akan beruntung." Di antara manusia ada yang mencelanya, ada yang meludahi wajahnya dan adapula melemparkan tanah ke tubuhnya hingga siang hari. Kemudian datanglah seorang gadis dengan membawa air lalu membasuh wajahnya dan kedua tangannya. Aku bertanya: "Siapa gadis ini?" Orang-orang menjawab: "Ini adalah Zainab putrinya." Disebutkan hadîts ini oleh Ibnu Hajar Rahimahullâh di dalam kitâb "Al-Ishâbah". 

Di dalam suatu riwayat Ahmad bahwasanya Rabî'ah bin 'Abbâd Ad-Dîlî menceritakan:

وَهُوَ لَا يَسْكُتُ، يَقُولُ: أيُّهَا النَّاسُ، قُولُوا لَا إلهَ إِلَّا اللّٰهُ تُفْلِحُوا، إِلَّا أَنَّ وَرَاءَهُ رَجُلًا أَحْوَلَ وَضِيءَ الْوَجْهِ، ذَا غَدِيرتَيْنِ، يَقُولُ: إنَّهُ صَابِئٌ كَاذِبٌ، فَقُلْتُ: مَنْ هٰذَا؟ قَالُوا: مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللّٰهِ، وَهُوَ يَذْكُرُ النُّبُوَّةَ، قُلْتُ: مَنْ هٰذَا الَّذِي يُكَذِّبُهُ؟ قَالُوا: عَمُّهُ أَبُو لَهَبٍ

"Dalam keadaan Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam tidak diam, beliau berkata: "Wahai manusia ucapkanlah oleh kalian Lâ Ilaha Ilallâhu (tidak ada sesembahan dengan benar kecuali Allâh) maka kalian akan beruntung."  Hanya saja di belakangnya ada seseorang yang juling, tampan rupanya dan mempunyai dua buah kucir mengatakan: “Sesungguhnya dia adalah orang yang keluar dari agama lagi pendusta.” Maka aku bertanya: “Siapa orang ini?” Orang-orang menjawab: “Dia adalah Muhammad bin 'Abdillâh, beliau menyebutkan tentang kenabiannya.” Aku bertanya lagi: “Siapa orang yang di belakangnya?” Orang-orang menjawab: "Pamannya, Abû Lahab.” 

Itu di antara riwayat yang dikisahkan oleh Rabî'ah bin 'Abbâd Ad-Dîlî Radhiyallâhu 'Anhu sebelum beliau masuk Islâm. 
Setelah beliau masuk Islâm, lalu beliau mengisahkan hadîts tersebut maka beliau pun semakin jelas keberadaannya termasuk dari salah seorang Shahabat Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam. Al-Bukhârî Rahimahullâh menetapkan bahwa beliau adalah Shahabat Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam. Rabî'ah bin 'Abbâd Ad-Dîlî Radhiyallâhu 'Anhu termasuk salah seorang Shahabat yang ikut pada peperangan Yarmûk. 
Di antara murid-murid beliau adalah Muhammad Ibnul Munkadir, Hisyâm bin 'Urwah, Abuz Zinâd dan Zaid bin Aslam. 
Beliau wafat pada masa pemerintahan Al-Walîd bin 'Abdil Malik.

Dinukil dari kajian Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra'âh dalam pembacaan kitâb Al-Maqâlah (hadîts no. 3) pada hari Selasa tanggal 27 Sya'bân 1441 / 21 April 2020 di Maktabah Al-Khidhir Bekasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar