Selasa, 14 April 2020

DOA INDAH BAGI YANG SELALU MERASA BERBUAT SALAH


Dari Abû Bakar Ash-Shiddîq Radhiyallâhu 'Anhu bahwasanya beliau berkata kepada Rasûlullâh ﷺ: "Ajarkanlah kepadaku tentang suatu doa yang aku berdoa dengannya di dalam shalatku!" Maka Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wa Sallam berkata: "Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Allâhumma innî zhalamtu nafsî zhulman katsîran, walâ yaghfirudzdzunûba illâ Anta, Faghfirlî maghfiratan min 'Indik. Warhamnî Innaka Antal Ghafûrur Rahîm."

Artinya:
"Yâ Allâh sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau maka berilah ampunan kepadaku dari suatu ampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku, sesungguhnya Engkau adalah Al-Ghafûr (Maha Pengampun) lagi Ar-Rahîm (Maha Penyayang)."
Riwayat Al-Bukhârî (834) dan Muslim (7044).

Faedah yang dapat dipetik dari hadîts:
1) Disunnahkan menggunakan nama kunyah, yaitu nama yang diawali dengan Abû bagi laki-laki dan Ummu bagi perempuan. 
2) Lafazh doa yang diajarkan oleh Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam untuk dibaca di dalam shalat itu lebih utama daripada lafazh doa dari diri sendiri. 
3) Doa yang dibaca di dalam shalat harus berbahasa Arab dan tidak boleh dengan selain bahasa Arab.
4) Kekuatan pemahaman Shahâbî Jalîl Abû Bakar Ash-Shiddîq tentang doa yang dibaca di dalam shalat itu mudah dikabulkan. 
5) Memperbanyak doa di dalam shalat, terutama di dalam sujûd serta sebelum salâm dan tidak berdoa setelah salâm karena setelah salâm tempat untuk berdzikir.
6). Kezhaliman bertingkat-tingkat, ada kezhaliman yang besar dan ada yang kecil.
7) Kesyirikan adalah kezhaliman yang besar, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang kâfir. 
8) Yang mengampuni dosa-dosa hanyalah Allâh 'Azza wa Jalla bukan sesembahan selain Allâh. 
9) Termasuk Adab berdoa adalah menyebut Al-Asmâul Husnâ (nama-nama yang indah) bagi Allâh Subhânahu wa Ta'âlâ. 
10) Termasuk dari fiqih Al-Imâm Al-Bukhârî sebelum salâm adalah memperbanyak berdoa. 

Disadur oleh:
Dikoreksi oleh:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar