Senin, 23 Maret 2020

TIDAK PANIK TATKALA COVID-19 MENCEKIK


1). Ketahuilah bahwa kebanyakan orang-orang yang terpapar virus Corona karena sebab mereka memiliki riwayat penyakit sebelumnya atau juga mereka tidak menjaga daya tahan tubuh, cukuplah perkataan Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam sebagai himbauan:

مَنِ اصْطَبَحَ كُلَّ يَوْمٍ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرُّهُ سَمٌّ وَلاَ سِحْرٌ ذَلِكَ الْيَوْمَ إِلَى اللَّيْلِ

"Barangsiapa sarapan dengan beberapa butir kurma Madînah maka tidak akan memudaratkannya racun dan tidak pula sihir pada hari itu sampai malamnya." Riwayat Al-Bukhârî (no. 5768). 
Bukankah virus Corona tidak lebih membahayakan daripada racun?!

2). Percayalah bahwa virus Corona ditujukan oleh Allâh Subhânahu wa Ta'âlâ kepada siapa yang Dia kehendaki, berkata Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam:

يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ

"Allâh mengirim wabah itu kepada siapa yang Dia kehendaki." Riwayat Al-Bukhârî (no. 5734).

3). Ketahuilah bahwa virus Corona pertama kali muncul di Wuhan dan tidaklah menjadikan penduduk Wuhan terpapar seluruhnya, mereka yang terpapar itulah ketetapan yang telah Allâh tetapkan. Setiap muslim harus menyadari kenyataan ini, dan hendaklah bagi setiap orang muslim bergembira dengan pemberitaan dari Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam:

لَيْسَ مِنْ أَحَدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا، يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ

"Tidaklah ada dari seorang muslim ketika wabah terjadi lalu dia berdiam di negerinya dalam keadaan bersabar dan mengharap pahala, dia yakin bahwasanya wabah itu tidak akan menimpanya kecuali sesuai dengan apa yang telah Allâh tetapkan baginya, maka baginya pahala semisal pahala orang yang mati syahîd." Riwayat Al-Bukhârî (no. 3474).

Dari nasehat Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra'âh pada hari Selasa tanggal 29 Rajab 1441 / 24 Maret 2020 di Mutiara Gading Timur Bekasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar