Minggu, 13 Desember 2020

AKHIR PENCARIANKU ADALAH HUSNUL KHÂTIMAH


Akhir pencarianku adalah husnul khâtimah, dan orang yang terbaik bagiku adalah orang yang husnul khâtimah, bagaimanapun keadaannya, tatkala dia husnul khâtimah maka aku bergembira dengannya. Pernah Khâlid bin Walîd Radhiyallâhu 'Anhu ikut merajam seorang wanita yang terjatuh ke dalam perbuatan zina, tatkala beliau sedang merajamnya, ternyata darah dari wanita itu mengenai beliau, lalu beliau mencelanya, maka Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam berkata:

مَهْلاً يَا خَالِدُ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ تَابَتْ تَوْبَةً لَوْ تَابَهَا صَاحِبُ مَكْسٍ لَغُفِرَ لَهُ

"Jangan tergesa-gesa mencela wahai Khâlid, demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh benar-benar ia telah bertaubat, kalaulah seorang pemungut pajak bertaubat dengan taubat seperti wanita itu maka pasti diberi ampunan."
Allâh Subhânahu wa Ta'âlâ menjadikan wanita tersebut husnul khâtimah karena ia memasrahkan dirinya untuk ditegakkan hukum Allâh kepadanya, ia siap dirajam karena itu penebus dari perbuatannya berzina, iapun mati dalam keadaan husnul khâtimah. 
Yâ Allâh jadikanlah husnul khâtimah kepadaku dan kepada siapa saja yang mencintaiku karena Engkau.

Fâidah Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir Hafizhahullâh wa Ra'âh pada hari Ahad tanggal 27 Rabî'uts Tsânî 1442 / 13 Desember 2020 di Dârul Qur'ãn wal Hadîts Bekasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar