Selasa, 03 Mei 2022

TIDAK MENGGANTI KATA GANTI


Pertanyaan:
'Afwân Ustâdz, apakah jika kita mengucapkan kepada akhwat sama seperti ikhwân pada dhamîr dari ucapan:

تقبل الله منا ومنكم

"Semoga Allâh menerima amal kebaikan dari kami dan dari kalian."

Jawaban:
Pada lafazh doa tersebut, tatkala diucapkan kepada wanita boleh merubah dhamîrnya menjadi dhamîr muannats mukhâthab, namun lebih baik tidak merubah dhamîrnya, sebagaimana pada ucapan salâm:

السلام عليكم

"Semoga salâm sejahtera untuk kalian."

Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam terkadang mengajak bicara isterinya dengan menggunakan dhamîr jama' mudzakkar mukhâthab, beliau pernah bertanya kepada seorang isterinya 'Alaihimash Shalâtu was Salâm:

هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ

"Apakah ada suatu makanan di sisi kalian?".

Dijawab oleh:
Muhammad Al-Khidhir pada hari Selasa 2 Syawwâl 1443 / 3 Mei 2022 di Binagriya Pekalongan.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6410
⛵️ https://alkhidhir.com/tanya-jawab/membiarkan-kata-ganti/

Jumat, 29 April 2022

TIGA AMALAN PENTING



Tentu orang mu'min sejati akan khawatirkan dirinya pada akhir-akhir Ramadhân ini, jangan-jangan dirinya belum mendapatkan ampunan Allâh. Maka dari itu, ada tiga amalan penting sebagai penghapus dosa sebelum berpisah dengan Ramadhân:
1) Shalat malam dengan bersungguh-sungguh. 
2) Memperbanyak istighfâr pada waktu sahur. 
3) Bersedekah kepada orang miskîn yang meminta ataupun yang tidak meminta. 
Berkata Allâh Subhânahu wa Ta'âlâ:

كَانُوا۟ قَلِیلࣰا مِّنَ ٱلَّیۡلِ مَا یَهۡجَعُونَ * وَبِٱلۡأَسۡحَارِ هُمۡ یَسۡتَغۡفِرُونَ * وَفِیۤ أَمۡوَ ٰ⁠لِهِمۡ حَقࣱّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ

"Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, pada waktu sahur mereka beristighfâr dan pada harta mereka ada hak bagi orang miskîn yang meminta yang orang miskîn yang tidak meminta." [Surat Adz-Dzâriyât: 17-19].

[Muhammad Al-Khidhir pada malam Sabtu, 28 Ramadhân 1443].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6396
⛵️ https://alkhidhir.com/tafsir/tiga-amalan-penting/

Selasa, 26 April 2022

SEMOGA ALLÂH BERI YANG TERBAIK DAN TERINDAH



Semoga Allâh selalu memberi yang terbaik dan terindah untuk kita semua dalam segala ketetapan-Nya, semoga Allâh meridhai kita semua dan kitapun ridhâ kepada-Nya.

[ Muhammad Al-Khidhir ].

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6382


Senin, 25 April 2022

BERAKHIRLAH JIHAD DAMMAJ


Penanya:
Kapan kalian akan hijrah dari Dammâj?

Abû Ahmad Al-Khidhir:
Pada hari ini (Selasa 13 Rabî'ul Awwâl 1435 H), kami dan kawan-kawan mulai bersiap-siap meninggalkan benteng di pertahanan Ãlu Mannâ’ untuk  hijrah dari Dammâj.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6379


Sabtu, 23 April 2022

JANGAN PERNAH MENCARI-CARI PEMBOLEHAN TANPA DALÎL



Berkata Al-Imâm Ibnu Bâzz Rahmatullâh 'Alainâ wa 'Alaihimâ:

من يتتبع رخص العلماء يتزندق، من يتتبع الرخص يهلك

"Siapa yang mencari-cari pembolehan 'ulamâ (meskipun menyelisihi dalîl) maka dia akan menjadi orang yang tidak percaya agama. Siapa yang mencari-cari pembolehan (sesuai keinginannya) maka dia akan binasa."

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/6377

Jumat, 22 April 2022

PASTIKAN DIRIMU BERHAK UNTUK BERBICARA



Sebagian manusia sangat bermudah-mudahan menghibahi saudara mereka sesama muslim, terkadang di antara mereka berdalih bahwa ada 'ulamâ membolehkan berbuat ghibah kepada orang yang salah atau yang menyimpang meskipun dia muslim, bahkan mereka anggap itu seutama-utama jihâd. Kalaulah mereka bisa menempatkan perkataan 'ulamâ pada tempatnya dan mereka termasuk dari orang-orang yang berhak berbicara tentang kesalahan dan penyimpanan orang lain maka kita mengharapkan mudah-mudahan mereka mendapatkan sesuai dengan yang mereka inginkan. Namun kalau ternyata mereka tidak berhak untuk berbicara maka ini yang kita khawatirkan atas mereka, berkata Nabî Shallallâhu 'Alaihi wa Sallam:

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِيْ النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

“Tidaklah manusia terjerumus pada wajah-wajah mereka ke dalam neraka kecuali akibat lisan-lisan mereka?.”

Ikhwânî Fiddîn Ahsanallâhu ilaikum, kalau seandainya bukan karena aku diperlukan oleh pencari kebenaran terhadap penjelasanku tentang kesalahan atau penyimpangan yang diperbuat oleh seorang muslim dan memang itu perlu membicarakannya maka untuk apa aku akan berbicara tentangnya? Aku berbicara pun dengan harapan sebatas yang diperlukan, dan penjelasanku itu pun sebagai pemenuhan terhadap kewajibanku sebagai dâ'î untuk memberi penjelasan dan keterangan. Ini pun aku berupaya untuk hati-hati mengingat nasehat shahabat Nabî yang mulia 'Abdullâh bin Mas'ûd Radhiyallâhu 'Anhu:

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ مَنْ عَلِمَ مِنْكُمْ شَيْئًا فَلْيَقُلْ بِمَا يَعْلَمُ

"Wahai manusia bertakwalah kalian kepada Allâh, barangsiapa di antara kalian yang mengetahui tentang sesuatu perkara maka hendaklah dia berkata sesuai dengan apa yang dia ketahui." 

Kalau pun seandainya sudah ada yang memberi penjelasan tentangnya dan aku mengetahuinya itu adalah benar maka tidak perlu lagi bagiku untuk menjelaskannya, karena itu adalah fardhu kifâyah bagi yang berhak berbicara, bila sudah ada dari dâ'î yang menjelaskannya maka itu sudah cukup bagiku. 
Lalu bagaimana dengan kalian yâ ikhwânî Fiddîn Rahimakumullâh, pembicaraan kalian terhadap seseorang apakah diperlukan? Apakah memberi pengaruh dan membawa manfaat ataukah justru merugikan kalian dan menyia-nyiakan waktu serta kebaikan kalian?.

Disadur dari nasehat Al-Ustâdz Muhammad Al-Khidhir pada hari Kamis 4 Ramadhan 1440 / 9 Mei 2019 di Mutiara Gading Timur Bekasi.

⛵️ https://t.me/majaalisalkhidhir/2871

Selasa, 19 April 2022

KENANGAN KHUTBAH IDUL ADHHA



Khutbah yang paling berkesan adalah khutbah Idul Adhha yang pertama kali kami sampaikan tatkala di Bekasi, khutbah ini adalah khutbah pertama kali kami sampaikan. Walhamdulillâh dari khutbah tersebut kemudian diketiklah hingga menjadi buku yang berjudul "Pesan Berharga dari Peringatan Idul Adhha".